Selasa, 03 Februari 2015

perjalanan abadi setelah kematian (part 3)

Assalamu'alaikum sahabat MWB, setelah di posting sebelumnya yaitu Perjalanan Abadi Setelah Kematian Part 2, kali ini saya akan post part 3nya.
HISAB (PERHITUNGAN)
Manusia dihadapkan kepada Rabb mereka dengan bersaf-saf. Kemudian diperlihatkan amal perbuatan mereka, dan mereka dimintai pertanggung jawabannya. Begitu pula tentang umur, masa muda, harta benda, ilmu, janji, kenikmatan, pendengaran, penglihatan dan hati. Orang kafir dan munafik akan menegakkan hujjah atas mereka, dan agar manusia, bumi, hari dan malam, harta benda, malaikat, dan seluruh anggota badan menjadi saksi atas diri mereka, sehingga terbuktilah dosa-dosa mereka dan mereka pun mengakuinya. Sedangkan orang mukmin, Allah akan menghisabnya secara berduaan dengannya. Maka Allah akan memberitahukan kepadanya segala dosanya dan ia pun akan mengakuinya, sehingga ketika ia melihat dirinya pasti akan binasa, Allah SWT berfirman kepadanya: "Aku telah menutupi dosa-dosamu itu di dunia, dan Aku mengampuninya bagimu pada hari ini". Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Muhammad, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah shalat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

2TATAN AMAL
Kemudian catatan amal perbuatan manusia pun dibagikan, maka mereka menerima suatu kitab yang: "Tidak meninggalkan sesuatu kecil dan tidak (pula) sesuatu besar, melainkan ia mencatat semuanya". (Q.S. Al-Kahfi:49. Orang mukmin menerimanya dengan tangan kanan, sedang orang kafir dan munafik menerimanya dengan tangan kiri dari belakang punggungnya.

MIZAN (NERACA)
Kemudian amal perbuatan semua makhluk ditimbang untuk diberikan kepada mereka balasannya, dengan timbangan yang hakiki dan teliti sekali. Neraca ini mempunyai dua piringan, menjadi berat dengan amal-amal perbuatan yang sesuai dengan syariat dan ikhlas karena Allah. Di antara yang memberatkan neraca tersebut adalah ucapan:"Laa ilaaha illallah" (tidak ada tuhan yang hak selain Allah), akhlak yang baik, dan dzikir, seperti bacaan: "Al-hamdulillah, Subhanallah wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim (Maha Suci Allah dan puji untuk-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung). Umat manusia menerima putusan sesuai dengan kebaikan dan kejelekan mereka.
BERSAMBUNG.......
Sampai disini dulu posting kali ini dan bersambung ke Perjalanan Abadi Setelah Kematian Part 4.

SUMBER : TAFSIR AL-'USYR AL-AKHIR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar